SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Dirpolairud Bayuaji Tegaskan Target FPSL 2026: Aman, Tertib, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Bitung Bergerak


BITUNG, JejakPublik.Online — Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026 tidak hanya menjadi agenda pariwisata dan hiburan masyarakat, tetapi juga diarahkan menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat UMKM, sekaligus memperkenalkan potensi wisata maritim Kota Bitung.

Target tersebut mendapat dukungan dari jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara yang turut hadir dalam pembukaan FPSL 2026 di Lapangan Satrol Kodaeral VIII, Kelurahan Winenet Satu, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Sabtu (3/10/2026).

Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., hadir mendampingi Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, S.Sos., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam pembukaan festival tersebut.

Kehadiran jajaran pimpinan disambut dengan tarian tradisional Cakalele yang menambah nuansa budaya dalam pembukaan kegiatan. Festival dijadwalkan berlangsung hingga 10 Oktober 2026.

Bagi Ditpolairud Polda Sulut, keberhasilan FPSL bukan hanya diukur dari kemeriahan kegiatan, tetapi juga dari terciptanya situasi keamanan dan ketertiban sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman.

Bayuaji menilai kegiatan seperti FPSL memiliki dampak positif terhadap masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif.

"Kami berharap festival ini dapat bermanfaat maksimal, terutama dalam mendorong pertumbuhan UMKM lokal," ujar Bayuaji.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat selama festival harus diikuti dengan kesadaran bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Hal tersebut dinilai penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung secara lancar.

"Oleh karena itu, mari kita jaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung agar tercipta suasana yang aman dan nyaman bagi semua pengunjung," imbaunya.

Sementara itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar menegaskan bahwa FPSL 2026 diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi lokal.

"Ini adalah ruang tumbuhnya para pelaku UMKM, ekonomi kreatif, komunitas, serta seluruh masyarakat Kota Bitung untuk bergerak maju bersama," kata Hengky.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan festival tersebut sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi Bitung, melestarikan budaya, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi produk-produk lokal.

"Dukungan terhadap produk lokal adalah kunci. Mari kita sukseskan festival ini demi kemajuan Kota Bitung yang kita cintai," tambahnya.

Sinergi antara Ditpolairud Polda Sulut, TNI, Pemerintah Kota Bitung, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan FPSL 2026.

Dengan pengamanan yang berjalan baik dan partisipasi masyarakat yang kuat, festival ini diharapkan mampu mencapai sejumlah target sekaligus, yakni menciptakan suasana yang aman dan tertib, memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang, memperkuat ekonomi kreatif, serta semakin mengangkat potensi wisata dan budaya maritim Kota Bitung.

FPSL 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Kota Bitung sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi wisata bahari dan ekonomi maritim di Sulawesi Utara.


(Red_FRT)

Baca Juga

Paling sering ditanyakan

    atau
    Lebih baru Lebih lama

    Formulir Kontak

    ▶
    Listen
    Aa 💬 f 𝕏
    LIVE - TEMUKAN BERITA KAMI LAINNYA
    ▶