SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Ketulusan Tanpa Batas, IPTU Iskandar Abdul Ikhlaskan 1.700 Meter Persegi Tanah untuk Makam Gratis, Kapolres Bitung Beri Apresiasi


Ketulusan Tanpa Batas, IPTU Iskandar Abdul Ikhlaskan 1.700 Meter Persegi Tanah untuk Makam Gratis, Kapolres Bitung Beri Apresiasi

BITUNG, JejakPublik.Online – Nilai sebuah pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya jabatan maupun banyaknya penghargaan yang diterima. Ada kalanya, pengabdian justru menemukan maknanya ketika seseorang mampu mengikhlaskan apa yang dimiliki untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Hal tersebut ditunjukkan IPTU Iskandar Abdul, Kasi Hukum Polres Bitung, yang mengikhlaskan lahan seluas kurang lebih 1.700 meter persegi di Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, untuk dimanfaatkan sebagai pekuburan umum.

Lahan tersebut kini dapat digunakan masyarakat sebagai tempat pemakaman tanpa dipungut biaya.

Hingga saat ini, sekitar 50 warga telah dimakamkan di lokasi tersebut. Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah anggota Polri juga telah dimakamkan di tanah pekuburan tersebut.

Langkah kemanusiaan yang dilakukan IPTU Iskandar Abdul itu mendapat apresiasi dari Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H.

Kapolres mengaku bangga terhadap ketulusan dan kepedulian yang ditunjukkan anggotanya tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan IPTU Iskandar merupakan bentuk pengabdian yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Saya merasa bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada IPTU Iskandar Abdul atas ketulusan dan kepeduliannya kepada masyarakat. Apa yang beliau lakukan merupakan tindakan kemanusiaan yang sangat mulia,” ujar AKBP Arie.

Kapolres menilai, pengabdian anggota Polri tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat maupun penegakan hukum. Kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dari kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Menurutnya, tanah yang diikhlaskan tersebut kini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi masyarakat tanpa melihat latar belakang, status sosial maupun kemampuan ekonomi.

“Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan perlindungan dan pelayanan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat melalui kepedulian dan tindakan nyata,” tambahnya.

Ketulusan yang Diharapkan Menjadi Inspirasi

Di balik keputusan tersebut, IPTU Iskandar Abdul mengatakan bahwa dirinya tidak berorientasi pada pujian maupun penghargaan.

Keputusan menyediakan lahan untuk pekuburan umum, menurutnya, merupakan bentuk keikhlasan sekaligus kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menyadari bahwa persoalan lahan pemakaman dapat menjadi beban tersendiri bagi keluarga, terlebih bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Harta paling berharga bukanlah apa yang kita simpan, tetapi apa yang kita ikhlaskan karena Allah SWT semata,” ungkap IPTU Iskandar.

Ia berharap keberadaan pekuburan umum tersebut dapat membantu siapa saja yang membutuhkan tempat pemakaman yang layak.

“Kami berharap tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan atau bahkan ditolak hanya karena tidak memiliki uang untuk membeli sepenggal tanah pekuburan maupun karena tidak tergabung dalam kelompok atau rukun tertentu,” ujarnya.

Menurut IPTU Iskandar, setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan penghormatan yang layak ketika menghadap Sang Pencipta.

Karena itu, ia berharap lokasi tersebut dapat menjadi tempat peristirahatan terakhir yang tenang dan terawat bagi siapa pun yang dimakamkan di sana.

Mengajak Masyarakat Merawat Bersama

Selain memberikan akses pemakaman secara gratis, IPTU Iskandar juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat kawasan tersebut.

Ia berharap area pekuburan tetap bersih, teduh dan rindang sehingga memberikan suasana yang layak bagi keluarga maupun masyarakat yang datang untuk berziarah.

“Semoga tempat ini selalu dijaga dan dirawat. Biarlah tempat ini menjadi rumah terakhir yang tenang, teduh dan penuh doa bagi siapa pun yang telah mendahului kita dalam perjalanan menuju Allah SWT,” tuturnya.

Bagi IPTU Iskandar, apa yang dilakukan merupakan salah satu bentuk pengabdian sebagai anggota Polri. Ia ingin kehadiran Polri tidak hanya dirasakan melalui tugas-tugas kedinasan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Sebagai anggota Polri, ini adalah salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa arti Polri untuk masyarakat itu benar-benar ada dan memberikan manfaat yang nyata,” pungkasnya.

Ketika Keikhlasan Menjadi Jejak Kebaikan

Apa yang dilakukan IPTU Iskandar Abdul memberikan pesan bahwa pengabdian kepada masyarakat memiliki ruang yang luas. Tidak selalu harus melalui sesuatu yang besar dan spektakuler, tetapi dapat dimulai dari keikhlasan memberikan apa yang dimiliki untuk kepentingan sesama.

Lahan seluas kurang lebih 1.700 meter persegi di Winenet Dua tersebut kini memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar sebidang tanah.

Di tempat itu, masyarakat yang telah berpulang mendapatkan ruang untuk beristirahat dengan layak, sementara keluarga yang ditinggalkan mendapatkan tempat untuk mengenang dan mendoakan orang-orang yang mereka cintai.

Apresiasi Kapolres Bitung terhadap langkah IPTU Iskandar sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian seorang anggota Polri dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk.

Ketulusan mungkin tidak selalu menghasilkan sorotan, tetapi manfaat yang lahir darinya dapat meninggalkan jejak kebaikan yang jauh lebih panjang.


(Red_FRT) 

Baca Juga

Paling sering ditanyakan

    atau
    Lebih baru Lebih lama

    Formulir Kontak

    ▶
    Listen
    Aa 💬 f 𝕏
    LIVE - TEMUKAN BERITA KAMI LAINNYA
    ▶